Kenapa Keamanan Digital Sering Gagal di Orang yang Merasa “Biasa Saja”

Banyak orang menganggap keamanan digital itu penting, tapi merasa tidak perlu terlalu dipikirkan. Alasannya sederhana: “Saya bukan orang IT”, “akun saya tidak penting”, atau “tidak ada yang mau menarget saya.”

Masalahnya, justru pola pikir seperti inilah yang paling sering dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan digital.

Serangan siber modern tidak selalu menargetkan orang pintar atau perusahaan besar. Ia menargetkan kebiasaan manusia: terburu-buru, tidak teliti, dan merasa aman karena belum pernah mengalami masalah. Satu klik yang dianggap sepele bisa membuka akses ke email, akun media sosial, bahkan data keuangan.

Keamanan digital bukan soal paranoia, melainkan soal kesadaran dasar. Sama seperti mengunci pintu rumah—bukan karena kita curiga pada semua orang, tetapi karena itu kebiasaan yang masuk akal.

Di dunia online, kebiasaan sederhana seperti mengenali pesan mencurigakan, memahami risiko tautan, dan tidak sembarang membagikan data pribadi adalah lapisan perlindungan pertama. Tanpa itu, teknologi secanggih apa pun sering kali tidak banyak membantu.

Cyber Awareness hadir untuk membantu orang memahami keamanan digital tanpa bahasa teknis, tanpa rasa takut, dan tanpa merasa harus jadi ahli. Karena aman secara digital seharusnya menjadi hal wajar, bukan sesuatu yang menakutkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

twenty − 14 =